Rabu, 15 Juli 2009
DIABETES MELITUS
Pada penderita DM, glukosa menumpuk pada aliran darah, terutama setelah makan. Bila beban glukosa diberikan kepada seorang penderita DM, glukosa plasma meningkat lebih tinggi dan kembali ke nilai normal lebih lambat daripada yang terjadi pada orang normal.
Gangguan toleransi glukosa pada diabetes sebagian disebabkan oleh penurunan pemasukan glukosa ke dalam sel. Tanpa insulin, pemasukan glukosa ke dalam jaringan otot rangka, jantung dan polos serta jaringan lain menurun. Penyebab hiperglikemia pada diabetes karena gangguan fungsi glukostatik hati. Hati mengambil glukosa dari darah dan menyimpannya sebagai glikogen.
Insulin mempermudah sintesis glikogen dan mengahambat keluarnya glukosa dari hati. Bila glukosa plasma tinggi, maka sekresi insulin secara normal meningkat dan glukogenesis hati juga meningkat. Efek ini tidak terjadi pada penderita diabetes.
GIZI ASI DAN BAYI
Susu merupakan sekresi yang dihasilkan oleh mamae / ambing hewan mamalia termasuk manusia dan merupakan makanan pertama bagi bayi manusia dan hewan sejak dilahirkan. Air susu ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. ASI merupakan satu-satunya sumber makanan yang dapat dikonsumsi bayi sejak awal kelahiran. ASI memiliki keseimbangan zat-zat gizi yang paling baik dari susu lain dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.
ASI juga mengandung senyawa antibiotik, antiinfeksi, dan obat-obatan, yang akan memperkuat daya tahan tubuh bayi dari berbagai penyakit. Hal ini tidak dimiliki susu formula PASI atau produk makanan bayi. Hanya saja, kadar berbagai zat gizi dan nongizi ASI tersebut sangat tergantung pada makanan atau minuman yang dikonsumsi ibunya.
Usaha yang terbaik dilakukan untuk proses tumbuh kembang bayi yang optimal adalah dengan pemberian ASI ekslusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa diberi tambahan cairan lain, seperti susu , formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air putih sekalipun. Selain tambahan cairan, bayi juga tidak diberi makanan padat lain, seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim dan lain-lain. Pemberian ASI ekslusif dianjurkan untuk jangka waktu minimal empat bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia enam bulan.
Keunggulan ASI:
1. Kolostrum dalam ASI meningkatkan kekebalan tubuh bayi.2. Mudah dicerna oleh bayi.
3. Dapat meningkatkan pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasan pada bayi.
Kesehatan Mulut dan Gigi
Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan (Anonim1 2009). Mulut merupakan bagian yang penting dari tubuh kita dan dapat dikatakan bahwa mulut adalah cermin dari kesehatan gigi karena banyak penyakit umum yang gejala-gejalanya dapat dilihat dari mulut.
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Fungsi utama dari gigi adalah untuk merobek dan mengunyah makanan dan pada beberapa hewan, terutama karnivora, sebagai senjata. Akar dari gigi tertutup oleh gusi. Gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi, yang membantu mencegah lubang di gigi. Kerusakan pada gigi dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya, sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat merusak gigi adalah makanan dan minuman. Upaya kesehatan gigi perlu ditinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan (Anonim2 2009).
Masalah yang muncul dalam rongga mulut adalah
Karies Gigi
Karies gigi (kavitasi) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi, yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang, bahkan tanggal (Anonim3 2009).
Gigi Sensitif (Krisdawati 2008)
Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap, ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Gigi sensitif adalah suatu kondisi ketika gigi terasa ngilu tajam dan pendek saat terpapar makanan atau minuman yang terlalu dingin, panas, manis, asam atau saat terkena sentuhan suatu alat, misalnya sikat gigi.
Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi sensitiv), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.
Sariawan
Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput ensit pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut.
Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.